• Forrest Hackett posted an update 1 month ago

    COR (Carrier Operated Relay), banyak sekali versi cor yang dipergunakan dan dipost oleh teman2 blogger, sejak yang super sederhana amat hingga yang tinggkat karatan, dan cor ini umumnya dipergunakan untuk menggabungkan dua buah radio yang biasanya di bagi untuk menciptakan pancar kembali.

    Membuat Repeater sendiri dengan rangkaian COR yang sedang, rangkaian tersebut biasa juga disebut beserta modul cor (Carrier Operated Relay), bisa di buat dengan ringan karena komponen-komponen yang diterapkan banyak serta mudah di peroleh dipasaran tidak menggunakan komponen tertentu seperti IC CMOS, atau IC TTL atau MC (Microcontroler) diantaranya pada modul-modul cor karatan cor repater dan mungkin saja postingan kali ini juga bagian mulai banyak rangkaian-rangkaian cor yang dapat ditemukan di internet digital untuk menciptakan sendiri mencerat ulang.

    COS Input

    Potongan gambar runtunan diatas ada ada penambahan switch, penambahan ini di buat untuk antisipasi bila COS dari radio Recivernya berlogika low atau high, rangkaian tersebut mungkin sanggup dipergunakan untuk semua merk radio yang diharapkan sambungan cortersebut juga dapat dipergunakan, dengan cara merubah kapasitas switch, jika COS mulai radio penerima berlogika low maka switch diposisikan di no 3, dan jika COS dari radio penerimanya berlogika high oleh karena itu posisi switch dipindahkan di no1, pada prinsipnya siap dua type transistor yang berbeda PNP dan NPN, pada tatkala COS yang diterima berlogika low jadi yang bekerja adalah transistor PNP, & sebaliknya bila COS yang diterima berlogika high dipastikan transistor yang bekerja adalah NPN sama halnya secara rangkaian cor pada postingan pancara ulang dengan icom 2100 yang lalu.

    Audio Input

    Di rangkain input ini tersembunyi dua risiko resistor yang memang terencana tidak pada buat berapa besar nilai tahannanya, hal ini disesuaikan dengan input yang dipakai, pada saat artikel ini di posting uji jajal audio yang digunakan diambil dari audio input radio receiver pra ke VR (trimpot) Volume dari radio penerimanya, nilai RX1 dalam buat 1K, sedangkan tahanan RX2 gak digunakan sedikit pun. jika audio in pada hubungkan ke speaker out dari radionya nilai tawanan RX1 disusun sebesar 5k6 ohm dan nilai uzur RX2 100ohm, dan usahakan volume atas radio penerimanya jangan terlalau besar, dikarenakan jika suara input terlalu tinggi maka suara yang dihasilkan tak akan sempurna, pada saat penyambungan pastikan ground terpasang beserta baik & kabel yang dipergunakan sebaiknya mempergunakan rantai head yang baik untuk mengurangi noise audio.

    Sewa Repeater Runtunan tone control disini bukanlah tone control tingkat terlatih namun tone control sederhana, hanya menapis suara ataupun nada utama (treable) rendah (bass) yang dapat terbang pada kapasitor keramik 4n7 dan 10nf, untuk dampak yang sesuai dengan yang diinginkan sebaiknya kalibrasi nilai tahanan VR dengan raksasa kapasitas kondensator perlu diperhatikan dan disesuaikan.

    Dari penggalanan tone diatas juga terjumpa VR atau tahanan geser yang beroperasi sebagai volume untuk mic in radio pemancar atau Radio TX, penambahan transistor C945 diatas sebagai penguat sehingga taklimat yang masuk melalui kira-kira tahanan serta kapasitor siap di perkuat sebelum dikirimkan ke luar ( keradio pemancar).

    Korespondensi Ke Radio

    Audi In sebaiknya diambil sebelum mengakar ke IC Ampli/Penguat yang terdapat di dalam radio untuk hasil audio yang elok, namun dapat juga menangkap audio daripada jack speaker yang terdapat di radio, hanya saja jika menggunakan serat ini sepantasnya volume radio jangan terlalu besar. tetapi COS in sebaiknya di cari dengan baik jika menggunakan radio yang tidak ada konektor outnya seperti radio alinco DR135 yang sudah disediakan conector db9, radio motorola ada yang sudah tersedia terselip juga yang bukan, untuk mecari jalur cos pada radio sebenarnya gak terlalu sulit namun dibutuhkan sedikti ketelitian dan ketegaran,

    Sekilas cara mencari jalur cos saat radio,

    Antre frekuensi yang hendak pada gunakan, pastikan posisi persetujuan radio di mode konvensional (normal) atau menggunakan tone, seteleh tersebut siapkan radio ht & samakan kapasitas frekuensinya & coba meneken ptt dalam radio yang kedua (ht), gunakan multi tester untuk mencari urat cosnya, prima coba telusuri di ruang kaki IC ampli/suara umumnya ada salur audio mute jalur berikut juga sanggup dipergunakan di saat radio menerima bakat dari radio yang kedua. Akan tersedia perubahan di jarum mutitester pada ketika ptt di radio kedua ditekan dan dilepas, bahwa di potongan audio mute tidak ditemukan coba telusuri di sesi if biasanya disini pun ada. kendatipun demikian tegangannya lebih kecil dari jalur utuk audio mute. Jika dalam saat PTT dari radio lain ditekan dan jarum bergerak memanjat berarti cosnya high, dan ptt dilepas jarum balik keawal, demikian sebaliknya ptt tidak ditekan jarum menunjuukan level tarikan atau beruang ditengah serta pada saat PTT ditekan jarum bergerak turun oleh sebab itu cos nya low. dalam pencarian cos ini usahakan cari cos yang bermutu tegangan 5 volt.

    Radio Pemancar

    Untuk koneksi rangkaian ke keradio pemancar, VCC bisa dihubungkan ke serat + 8Volt yang lazimnya terdapat di dalam jack untuk extramic, atau dapat juga menghubungkan langsun didalam radio pemancar ataupun bisa pula dengan cara menambahkan adaptor, pemberian perawis daya atau tegangan untuk rangkaian cor dan tone ini usahakan tegangan yang diberikan luar biasa stabil, sebab kestabilan daripada tengangan saangat mempengaruhi titah yang dihasilkan, jika catu daya bukan baik titah yang dihasilkan bisa sekadar tidak sempurna ada gemuruh atau tanggapan sedikit rewel. untuk urat audio out dari sambungan dihubungkan ke jalur mic dari radio pemancar, serta jalur ptt dihubungkan ke ptt radio pemancar, namun jalur ground pastikan terhubung dengan indah, baik tersebut ground untuk mic & ground chasis pesawat.